Vie Parfaite

Kamis, 07 Juni 2012 0 komentar
This is really my 1st blog that i created specially for my lovely one, Adi Nugroho.
  
Why i created my 1st article of this blog special for him? This is the reason.

Saat Pertama kami bertemu...


Dia adalah pria yang saya kenal 7 bulan yang lalu melalui sebuah akun pertemanan (FB), mungkin medianya agak 'ALAY' tapi itulah keunikannya. Dia sudah menjadi 'teman' saya di FB sudah 2 tahun lebih tanpa saya tahu dia siapa, seperti biasa kalau di FB yang penting ada mutual friendnya lebih 2 orang menurut saya dia juga teman saya tanpa harus susah payah dikroscek karena saat dia add saya jadi temannya di FB saya sudah punya pacar jadi not really interested to know him deeper


Hebatnya setelah 2 tahun menjadi 'teman' di FB, saya menyapanya duluan saat sedang opname karena sakit sangking bosannya tidur->makan->kamar mandi (ngapain?gak usah disebut disini ya) akhirnya saya lihat akun saya di FB dan berencana remove teman2 saya disana yang saya tidak kenal. Jadi saya kroscek satu2 kebetulan dia ada di friendlist saya yang sedang OL. Singkatnya dari chat tersebut akhirnya kami tukeran pin BB. Terdengar agak sedikit menyerempet 'ALAY' ya?tapi saya bersyukur sekali dengan cara ini.


Kami pun BBM-an sekitar 3 hari lalu kami bertemu, tempat pertama kali kami bertemu adalah di RUMAH SAYA karena saat itu saya masih tahap recovery pasca tifus. Dan saya gak aneh untuk bertemu dia untuk pertama kalinya di rumah saya padahal saya gak pernah ketemu pria pertama kali dirumah loh. Luar biasanya dia menyanggupi untuk datang setelah jam kantor karena kebetulan juga kantor dan rumah saya dekat. 


Pertama kali saya bertemu dia, menatapnya wajahnya and my heart said 'This is the man that I looking for'. Pertama kali bertemu dengannya saya gak ada rasa canggung sama sekali, nyaman itu yang saya rasakan. Dia bisa membuat saya tertawa. Terlebih lagi dia bisa membuat saya 'melihat' masa depan. Setelah pertemuan yang singkat itu, akhirnya kami pacaran 2 hari berikutnya melalui BBM. Saat itu yang dipikiran saya, kenapa dia mau tau urusan saya terus?bbm nya gaj dibales, bisa marah-marah. Akhirnya saya bilang ke dia, 'maksudnya apa sikap kamu kayak gitu?', dia pun langsung menyatakan perasaannya dan kami pun jadian.


Bulan pertama kami jadian, saya sedang kost di daerah Ketapang karena tuntutan training kerja saya yang harus pulang larut malam padahal rumah ditengah kota tapi tetap tepar kalau harus PP (pulang pergi). Dia pun memanfaatkan waktu minimal sekali dalam seminggu ke kostan saya, karena kostan saya ramai sama teman-teman training saya yang senasib makanya gak terlalu risih. Dari situ, saya lihat hatinya yang tulus dia bisa ambil track mampang->ketapang (gajah mada)->bekasi (itu kayak muterin jakarta ya). 


Pernah suatu kali saya ngambek waktu lagi training eh dia nyamperin saya ke kostan malemnya nungguin depan lobby kostan saya (kostan merangkap hotel) cuma buat jelasin masalahnya. Padahal saya tahu banget dia itu lagi capek tapi dia tetap datang.


Walaupun kami gak ada kendaraan untuk pergi-pergi harus menggunakan jasa pak angkot,pas busway, pak bajay, pak bis, pak taksi tapi saya senang menjalani saat- saat seperti  itu. meskipun harus panas-panasan, desek-desekan dan akhirnya menyerah naik taksi juga. Bisa dibilang dia pria pertama yang dekat dengan saya yang BELUM (berarti nanti ada saatnya, AMIN) punya kendaraan baik motor maupun mobil. Tapi gak jadi masalah buat saya, dengan dia saya gak takut naik bis manapun semua saya bisa coba karena saya gak mau tambah nyusahin dia.


Itu juga gak menghalangi jiwa 'jalan-jalan' kami. Kami pernah naik busway ke Kota cuma karena ingin lihat museum2 disana yah sekaligus mengeluarkan hobi dia yang suka foto juga. Ini pengalaman jalan-jalan pertama kami dan juga pengalaman dicopet daerah Kota. Saat itu saya sedang cari makanan dengannya karena panas banget akhirnya saya jalan duluan buat beli minuman eh tiba2 saya denger suara orang jatuh sambil pegang kaki dia dan wajahnya tiba-tiba 'kosong'. Saya langsung sadar keadaan tersebut dan coba tanyain ke dia, kenapa sama orang itu?dan langsung nanyain barang2nya dari ipod,kamera sampai BB. Dan bener aja, BBnya GONE,whuzzz lenyap seketika. 



Hasil Foto Kami Saat Menjelajah Kota Tua

Akhirnya dengan segala daya upaya meraih BB tersebut akhirnya dia bilang, 'ya udahlah gak apa-apa sayang. Insya Allah diganti ya. Abis ini kita mau kemana?'. Itulah dia, pria yang sabarnya luar biasa. Kami pun tetap jalan abis itu, meskipun saya tahu dia kesel dalam hati tapi dia sama sekali gak mau nunjukkin itu ke saya, dia tetap berusaha menikmati perjalanan kami. 


Banyak yang bilang, 'Beruntung ya lo dapet Vega' atau 'Ve, kok lo mau sama Adi?'

Sebenarnya saya yang beruntung mempunyai pasangan seperti dia, dia adalah mata saya, dia adalah jiwa saya, dia yang bia mengerti saya.


Saya selalu dengan ego saya tapi dia selalu dengan cintanya menanggapi saya,

'Sabar ya sayang, coba diceritain dulu kenapa masalahnya', itu merupakan kata-kata yang dapat meluruhkan amarah saya. 

Padahal seringkali saya yang marah untuk sesuatu yang tak perlu dibesar-besarkan tapi dia selalu sabar bahkan tersenyum menghadapi amarah saya. 


Kesalahan saya yang paling saya sesali adalah membentak dia kemarin. Dia sudah berusaha untuk menenangkan saya, manjain saya, tapi saya tetap kesal dengannya bahkan sampai membentak dia. Tapi dia masih tersenyum, dan bilang, 'Sayang, coba sini dibicarain dulu kenapa?mau kamu apa sayang?' 


Sampai akhirnya dia bilang, 'Punya istri kamu itu harapan aku, mau sama kamu terus itu yang aku jalani saat ini. Apapun keadaanmu, sedahsyat apapun marahmu ke aku, aku tetap sayang sama kamu dan jagain kamu terus.'. Seketika itu juga hati saya tersentak sebegitu baiknya hati pasangan saya.


Dia menerima apapun sifat saya, dia coba mengerti kemauan saya, dia selalu memaklumi manjanya saya, dialah yang terhebat bagi saya saat ini dan seterusnya. Dia yang bisa membuat saya 'hidup' melihat segala sesuatu dengan cara yang indah dan memaknai hidup saya dengan indah.


Dia berkah luar biasa dari Tuhan, dan saya tahu kenapa kami bisa berkenalan saat kami sudah lama 'berteman' ternyata dia dipersiapkan untuk saya dalam kondisi ini saat saya sudah banyak mengenal hati dari beberapa pria dan sampai saya menyadari pria seperti apa yang saya butuhkan. Meskipun saat ini dia belum seperti pria2 sebelumnya yang memakai motor atau mobil tapi kebaikan hatinya, tulus cintanya yang membuat dia jauh lebih berharga daripada materi yang ia punya. 


Mungkin saya belum bisa jadi pasangan yang baik buat dia saat ini, tapi suatu hari dia akan bangga punya pasangan seperti saya sama seperti saya bangga punya kekasih hati seperti dia saat ini dan selamanya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

©Copyright 2011 veloditalks | TNB